Sosialisasi Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional 2026

Melalui gerakan literasi ini, SMA Negeri 1 Gunung Meriah berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan kreativitas guru dan murid, sekaligus menargetkan lahirnya karya buku.

Sosialisasi Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional 2026 di SMAN 1 Gunung Meriah

Gunung Meriah – SMA Negeri 1 Gunung Meriah menggelar kegiatan Sosialisasi Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional 2026 pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh 25 guru dan 52 murid.

Acara dipandu oleh Yenny Zumainar, S.Pd., guru Bahasa Inggris yang bertindak sebagai protokol. Dengan suasana hangat dan penuh semangat, kegiatan dibuka sebagai langkah awal penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Mami Hastuti, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk membangun budaya literasi yang lebih kuat di kalangan guru dan murid.

“Kegiatan literasi ini bertujuan agar kebiasaan membaca dapat berkembang menjadi kebiasaan menulis. Melalui kegiatan ini, guru dan murid didorong untuk menuangkan ide serta gagasan dalam bentuk tulisan yang kreatif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi saja. Ke depan, peserta akan mendapatkan pendampingan agar mampu menghasilkan karya tulis berupa buku yang dapat diterbitkan secara nasional.

“Melalui program ini kita diarahkan menjadi penulis yang memiliki karya dan dapat memperoleh pengakuan secara nasional,” tambahnya.

Melalui gerakan literasi ini, SMA Negeri 1 Gunung Meriah berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan kreativitas guru dan murid, sekaligus menargetkan lahirnya karya buku yang diterbitkan secara resmi dan memiliki ISBN.

Pada kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber H. Kas Pani, M.Pd., yang memperkenalkan program kepenulisan dari Nyalanesia. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan komitmen untuk memberikan bimbingan dan pendampingan kepada guru maupun siswa agar mampu menghasilkan karya tulis yang layak diterbitkan.

Menurutnya, karya yang dapat dihasilkan melalui program ini tidak terbatas pada satu bentuk tulisan saja, tetapi dapat berupa cerpen, puisi, maupun opini.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta berdiskusi mengenai cara mengembangkan budaya literasi dan kemampuan menulis.

Salah satu peserta dari kalangan murid, Izzati Syaza, berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi di daerah.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan literasi guru dan murid di Aceh Singkil. Kami juga berharap SMA Negeri 1 Gunung Meriah dapat menghasilkan buku yang diterbitkan secara nasional serta melahirkan penulis-penulis muda dari Aceh Singkil,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Masniar Noor, S.Pd., guru Bahasa Indonesia yang turut mengikuti kegiatan tersebut, menyambut baik program ini. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan minat menulis di kalangan murid.

Menurutnya, menulis pada dasarnya adalah proses menuangkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan. Ide dapat berkembang melalui kebiasaan membaca dan latihan menulis secara rutin.

“Contohnya seperti menulis diary. Dari kebiasaan menulis sederhana itu, kita bisa mengembangkannya menjadi tulisan yang lebih luas,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak murid yang tertarik untuk menulis dan mengembangkan gagasan mereka dalam bentuk karya tulis.

“Yang terpenting adalah kemauan untuk menulis. Dengan dukungan dari pihak sekolah dan adanya program Nyalanesia, semua orang pada dasarnya bisa menulis,” pungkasnya.

Reportase:
Zalfa Humaira (XI F8)
Hadiatul Maghfirah (XI F6)



Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
Gerakan Bangga dan Cinta Mengggunakan Produk Aceh
LINK TERKAIT