
Rosmidar Tinambunan, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya peserta didik memahami tujuan bersekolah serta makna belajar dalam kehidupan sehari-hari. Amanat diawali dengan pertanyaan yang mengajak siswa untuk merenung.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Rizna Virdasari, salah satu anggota OSIS, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa. “Kegiatan ini menambah wawasan dan keimanan kami sebagai pelajar,” katanya.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan harapan agar peringatan Isra’ Mi’raj ini mampu membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam diri siswa dan tercermin dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya.
Peringatan Hari Besar Islam ini dikemas dalam bentuk pengajian dan tausyiah keagamaan yang bertujuan memperkuat keimanan serta memetik hikmah dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW, khususnya terkait kewajiban menunaikan shalat lima waktu sebagai tiang agama.
Dalam arahannya, Mami Hastuti, S.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampakan bahwa kompetisi ini adalah ajang yang ditunggu-tunggu untuk mengukur sejauh mana hasil belajar yang sudah dilakukan selama ini. "Saya yakin Ananda pasti bisa; jadi jangan ragu tuk berprestasi dan tetaplah optimis!", harapnya.
"Jangan pernah meninggalkan sholat, terutama para laki-laki, diutamakan sholat berjamaah di masjid. Kalau sholat di rumah, kita kasih rok saja," tambah beliau sambil bercanda, yang membuat suasana semakin hangat, tawa dan semangat dari ratusan siswa yang hadir.